Thursday, July 10, 2008

SISTIM INFORMASI PERSPEKTIF PERUNTUKAN LAHAN UNTUK REHABILITASI DAN KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DAS SUMANI DI SOLOK, SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN S

SISTIM INFORMASI PERSPEKTIF PERUNTUKAN LAHAN UNTUK REHABILITASI DAN KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DAS SUMANI DI SOLOK, SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN SURFER

Aflizar, Jamaluddin

Penelitian ini didanai oleh program Penelitian Dosen Muda (PDM-Dikti), Jakarta tahun 2007

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kab. Lima Puluh Kota ,
Sumatera Barat, Indonesia 26271


Abstrak

Sebuah sistim informasi dapat mempresentasikan dunia nyata diatas monitor komputer yang mempunyai kekuatan dan fleksibilitas yang tinggi dalam memasukkan, menganalisis, mengolah, menginterpretasikan dan menyajikan data-data spasial maupun data-data non spasial (atribut). Sistim informasi 3 dimensi Pengelolaan DAS adalah sistim informasi lahan yang disajikan dalam bentuk peta 3 dimensi yang menyajikan informasi Penggunaan lahan guna, untuk mendukung operasi, pengelolaan dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi Peta 3 dimensi dibuat dengan bantua software Surfer.Dalam mengelola sumber daya alam vegetasi, tanah dan air perlu mempertimbangkan kaidah-kaidah konservasi. Pengelolaan yang tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan sumber daya lingkungan, dan mendatangkan bencana seperti banjir di musim hujan, kekeringan di musim kemarau, pencemaran lingkungan dan sebagainya. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya alam perlu dilaksanakan berdasarkan suatu perencanaan yang baik dan sitematis. Perncanaan tersebut dari pola RLKT, RTL RLKT dan RTT RLKT.Dalam penelitian disimpulkan bahwa (1) Basis data RLKT diproses dengan program surver versi 8 efektif untuk merancang tata guna lahan DAS Sumani untuk menempatkan dengan benar lokasi hutan, agroforestry dan sawah namun basis data RLKT tidak efektif mendeteksi l.okasi lahan marginal seperti ilalang.(2) Sistim informasi 3 dimensi / perspektif lahan RLKT efektif untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari DAS Sumani.(3) Sistim informasi peruntukan lahan model RLKT dapat mengetahui lokasi mismanajemen dari tata guna lahan sekarang di DAS Sumani dimana lahan ilalang dan semak belukar harus diganti dengan Agroforestry.

Key word : Sistim informasi, RLKT, DAS Sumani, Peta 3 Dimensi

Sebuah sistim informasi menurut Prahasta (2001) dapat mempresentasikan dunia nyata diatas monitor komputer yang mempunyai kekuatan dan fleksibilitas yang tinggi dalam memasukkan, menganalisis, mengolah, menginterpretasikan dan menyajikan data-data spasial maupun data-data non spasial (atribut). Sistim informasi 3 dimensi Pengelolaan DAS adalah sistim informasi lahan yang disajikan dalam bentuk peta 3 dimensi yang menyajikan informasi Penggunaan lahan guna, data erosi, sedimentasi, untuk mendukung operasi, pengelolaan dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi (Kadir, 2003). Peta 3 dimensi dibuat dengan bantua software Surfer.
Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumani terletak di Kabupaten Solok dan Kodya Solok mempunyai luas 58.330 Ha dan menjadi pemasok air di kawasan Danau Singkarak yang mana air danau ini menjadi pembangkit tenaga listrik PLTA Singkarak yang berkapasitas 175 MW untuk melayani kebutuhan listrik bagi 4,4 juta jiwa di Sumatera Barat dan Riau . DAS Sumani ini adalah urat nadi PLTA Singkarak karena kawasan Danau Singkarak adalah daerah bayangan hujan artinya hampir tidak pernah turun hujan dalam setahun sehingga semua air Danau Singkarak berasal dari sungai-sungai yang ada di kawasan DAS Sumani. (Kompas, 6 Juni 20035)
Terjadinya pemadaman listrik di Sumatera Barat dan Riau sejak tahun 2003 sampai sekarang setiap musim kemarau merupakan salah satu dampak negative manajemen pertanian dan penebangan hutan yang tidak mengindahkan prinsip konservasi oleh sebab itu meningkatkan erosi tanah setiap tahun dan mengurangi kemampuan tanah menyimpan air sehingga musim kemarau pasokan air dari DAS Sumani ke PLTA Singkarak volumenya sangat berkurang.
Pembangunan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture Development) menjadi isu global guna menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi berikutnya karena eksploitasi lahan pertanian setiap tahun telah berdampak negatif pada peningkatan erosi tanah yang berakibat pada degradasi kesuburan lahan dimana perlu waktu puluhan tahun untuk memperbaikinya.Oleh sebab itu sistim informasi distribusi erosi lahan, rekomendasi pola tata guna lahan di DAS, Pola Pertanian Konservasi menjadi suatu keharusan untuk pedoman manajemen sumber daya lahan secara optimal dan berkelanjutan juga membina masyarakat pemanfaat (beneficiaries) sumber daya lahan. Hal ini didukung oleh lahirnya Undang-Undang Pasal 43 (1) jo Pasal 45 UU nomor 23 Tahun 1997, tentang pengelolaan lingkungan hidup yang mensyaratkan pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Berdasarkan uraian di atas, maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian pembuatan sistim informasi peruntukan lahan pada daerah aliran sungai, distribusi informasi lahan mana yang menjadi lahan untuk hutan lindung, mana lahan untuk ditanami tanaman tahunan dan mana lahan untuk ditanam tanaman semusim dan semua itu ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi atau pembuatan modelling perspektif lahan DAS Sumani untuk dioverlaykan dengan data peruntukan lahan agar bias memprediksi potensi dan lokasi kawasan rehabilitasi dan reboisasi di DAS Sumani.
Penelitian ini merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengambilan data iklim, pengambilan informasi jenis tanah, analisis dan membuat peta kelerengan, rekomendasi lokasi hutan lindung, tanaman tahunan dan tanaman musiman pada DAS Sumani dan akhirnya pembuatan suatu sistim informasi digital peruntukan lahan di DAS Sumani.
Penelitian ini bertujuan
1. Menyusun basis data peruntukan lahan untuk hutan lindung, tanaman tahunan dan tanaman musiman dengan metode RLKT.
2. Merancang sistim informasi lahan DAS Sumani berdasarkan membuat peta perspektif atau tiga dimensi
3. Membuat sistim informasi manajemen lahan berpedoman pada data peruntukan lahan disajikan dalam format digital (CD-ROM)
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan pada DAS Sumani yang berada di Kabupaten Solok dan Kodya Solok untuk survei lapangan secara general dan kemudian dilanjutkan analisis tanah di kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Sedangkan Pekerjaan Grid peta, digitasi peta topografi untuk menjadi data digital menggunakan program surfer version 8 dilakukan di sub-laboratorium SIG Lab TSAL Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Deskripsi lokasi Penelitian
Batasan wilayah penelitian daerah bagian Utara dengan Sub DAS Ombilin, bagian Timur dengan Sub DAS Pelangki, bagian Selatan dengan Sub DAS Gumanti dan bagian Barat dengan Sub DAS Batang Tarusan. Seperti terlihat di peta gambar 2, DAS Sumani merupakan salah satu DAS yang airnya sebagai inflow Danau Singkarak. Luas DAS Sumani ini sekitar 58.330 ha.
Secara geografis posisi DAS Sumani terletak pada garis bujur dan lintang 00 42’17”-10 2’2” LS dan 1000 32’ 41”- 1000 40” BT dan pada ketinggian 300 – 2.500 m dari permukaan laut. (Saidi, A. 1995). Dari segi administrasi terletak pada Kabupaten Solok dan Kota Solok. Kondisi curah hujan DAS Sumani dari penakar curah hujan yang terletak di daerah penelitian DAS Sumani berdasarkan klasifikasi iklim Schmith dan Ferguson (1951) termasuk pada iklim tipe A dengan rata-rata curah hujan berkisar dari 1669, 4 mm sampai 3230,0 mm.
Suhu udara di DAS Sumani berkisar dari 19,19 – 30,19 0C. Kelembaban udara rata-rata berkisar 78,1 sampai 89,4%. Kecepatan angin berkisar dari 2,1 sampai 3,8 m/detik. Penggunaan lahan di DAS Sumani Dari komposisi penggunaan lahan tersebut terlihat penggunaan lahan terluas adalah hutan 25,49 %. Hutan yang terluas terdapat pada sub DAS Sumani, Gawan dan Imang. (BPS Propinsi Sumatera Barat, 2002, BPS Kabupaten Solok, 2000).
Bahan dan alat
Untuk mengecek kebenaran jenis tanah di DAS Sumani, diambil contoh tanah secara detail dengan metoda stratifikasi random sampling untuk analisa fisika dan kimia tanah. penentuan lokasi sampel tanah berdasarkan altitude dan tataguna lahan di DAS Sumani. Untuk survei dan pengambilan contoh tanah digunakan alat standar kelapangan seperti bor bergia, cangkul, parang, meteran, muncell soil color chart, kantong plastik, altimeter, abney level, GPS dan lainya yang dianggap perlu. alat yang digunakan di labor sesuai dengan analisa yang akan dilakukan
Bahan pendukung untuk pembuatan sistim informasi Peruntukan lahan di DAS Sumani ialah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data Jenis Tanah diperoleh dengan survei lapangan, pengambilan sampel tanah analisis tanah di laboratorium dan laporan hasil penelitian. Data sekunder terdiri dari:
Peta topografi Kabupaten Solok skala 1 : 50.000 dan 1: 1.000.000.
Data Iklim selama < 10 tahun dikawasan DAS Sumani
Laporan hasil penelitian di kawasan DAS Sumani
Alat yang digunakan untuk Grid peta dan digitasi peta antara lain meja gambar , komputer, CD-RW, software yang digunakan dalah program Surfer version 8, Microsoft Excel. Alat Penunjang lainnya berupa kertas HVS, kertas kalkir dan alat tulis.
Metoda Penelitian.
Membuat sistim informasi fisiografi 3 Dimensi DAS Sumani
Metoda yang dipakai dalam penelitian ini adalah
a. Survei Tanah
Data yang dikumpulkan meliputi data mengetahui jenis tanah pada tingkat ordo sampai family tanah. Data primer dengan melakukan analisa laboratorium yaitu berat volume, warna, testur, horizon dan deskripsi profil tanah. Untuk karakter DAS yang terdiri dari kemiringan lereng, jenis tanah dan curah hujan harian rata-rata pada setiap satuan lahan perlu diklasifikasikan dan diberi bobot (skor) sebagai berikut:
Berikut ini adalah kriteria yang digunakan RLKT untuk menentukan status kawasan berdasarkan fungsinya:
à Kawasan Lindung
Satuan lahan dengan jumlah skor ketiga faktor fisiknya sama dengan atau lebih dari 175 .
à Kawasan Penyanggga
Satuan lahan yang jumlah skor ketiga faktor fisiknya antara 125 – 174
à Kawasan Budidaya Tanaman Tahunan
Satuan lahan dengan jumlah skor ketiga faktor fisiknya < 124 serta sesuai untuk dikembangkan usaha tanaman tahunan
à Kawasan Budidaya Tanaman Semusim
Satuan lahan dengan kriteria sekitar < 124 terletak di tanah milik, tanah adat dan tanah negara yang seharusnya dikembangkan usaha tani tanaman semusim.
Penyusunan Basis Data
à Grid atau kringin peta topografi skala 1: 50.000 dalam format vektor, garis, label, titik dan poligon
à Pengkodean variabel-variabel dalam format angka untuk tujuan analisis data dengan Surfer dan MS. Excel
à Memasukkan data Ikim, Jenis Tanah, dan Kelerengan berupa tabel matrik dalam surfer untuk diolah jadi data perspektif dan spasial.
Pembuatan peta digital untuk informasi Peruntukan lahan DAS Sumani.
Data-data yang telah dikumpulkan akan dibuat suatu peta tematik untuk perspektif DAS Sumani dan Peruntukan Lahan antara lain.
à Peta Tematik general distribusi Iklim
à Peta Tematik general distribusi Jenis Tanah
à Peta Tematik general distribusi kelerengan
à Peta Tematik general distribusi RLKT lahan
à Peta Hasil Overlay RLKT lahan dan perspektif dan spasial data DAS Sumani
Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak komputer dengan program Surfer version 8 dan Ms. Excel. Sebelumnya dilakukan penyusunan dan pengelompokan variable-variabel berdasarkan data lapangan, setelah itu pengolahan data dan interpretasi secara manual, sehingga diperoleh out put data berupa table dan peta-peta terdiri dari peta hasil pendugaan dan peta hasil overlay (tumpang tindih).

HASIL DAN PEMBAHASAN
Basis data peruntukan lahan untuk hutan lindung tanaman tahunan,musiman,dengan metode RLKT.

Dalam mengelola sumber daya alam vegetasi, tanah dan air perlu mempertimbangkan kaidah-kaidah konservasi. Pengelolaan yang tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan sumber daya lingkungan, dan mendatangkan bencana seperti banjir di musim hujan, kekeringan di musim kemarau, pencemaran lingkungan dan sebagainya. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya alam perlu dilaksanakan berdasarkan suatu perencanaan yang baik dan sitematis. Perncanaan tersebut dari pola RLKT, RTL RLKT dan RTT RLKT. (Arsyad, S., 1989 dan Asdak, C. 2002)
Pola rehabilitasi lahan dan konservasi tanah (RLKT) adalah suatu rencana umum jangka panjang (+ 25 tahun) di bidang RLKT yang memuat tentang 1. arahan fungsi pemanfatan lahan, 2. Urutan Priorotas penangangan Sub DAS, 3. Arahan kegiatan RLKT, dan 4. Arahan Penunjang RLKT
Maksud penyusunan pola RLKT adalah untuk memberikan arahan/pedoman umum bagi penyusunan Rencana Teknik Lapangan RLKT (RTL RLKT). Sedangkan tujuan penyusunan pola RLKT adalah untuk memantapkan koordinasi antara instansi/dinas yang terkait dalam penggunan lahan dan konservasi tanah untuk mewujudkan kondisi tata air dan konservasi tanah DAS yang optimal dan lestari.
Dalam penyusunan pola RLKT, analisisnya masih menekankan pada aspek fisik teknis serta bersifat global dn belum banyak mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan budaya. Cakupan wilayah/satuan analisa pola RLKT adalah DAS/Wilayah DAS. Pola RLKT ini bersifat strategis.( Arsyad, S., 1989). Adapun keluaran (out put) dari pola RLKT adalah sebagai berikut:
Arahan fungsi pemanfatan Lahan
Kawasan Lindung
Kawasan Penyangga
Kawasan budidaya tanaman tahunan/semusim
Kawasan Pemukiman
Urutan Prioritas Penanganan sub DAS/DAS
Arahan Umum/Makro kegiatan RKLT
Arahan kegiatan Penunjang RLKT
Analisa Biaya belum/tidak hilang
Dalam penelitian ini akan dibatasi untuk memproduk arahan fungsi pemanfaatan lahan di DAS Sumani Solok dan dibandingkan dengan tata guna lahan dibuat dalam format digital menjadi sebuah sistem informasi dengan menggunakan program komputer Surver Versi 8 (Golden software, 2000) dengan mengolah data Iklim data Jenis tanah dan data kelerengan.
a. Iklim
Untuk RLKT dibutuhkan data hujan dalam mm/ hari diambil dari 3 stasiun iklim yaitu Sumani, Sukarami, dan Alahan Panjang seperti Tabel 1 dikumpulkan dari data 1996-2007 (BMG Sicincin. 2007)
Tabel 1. Mengungkapkan bahwa di DAS Sumani memiliki skor iklim seragam yaitu 10 digolongkan dalam kriteria sangan rendah. Untuk membuat sistem informasi distribusi iklim DAS Sumani dibuat polygon distribusi iklim dengan Map info professional 7,5 dengan perintah voronoi dan dengan surver versi 8 dibuat grid dengan metoda kringing dengan ukuran grid 250 m x 250 m dan di dapatkan total grid untuk DAS Sumani sebanyak 15959 titik grid (Surfer Version 8.00. 2002) . Produknya pada gambar 1 dan gambar 2 serta sistim informasi persspektif iklim DAS Sumani pada Gambar 3.
Tipe Tanah
Tipe tanah yang digunakan dalam RLKT adalah klasifikasi tanah sistim Dudal –Soepraptohardjo (1957 – 1961) sedangkan tipe tanah detail yang ada sistim USDA Soil Taxonomy (1975) maka dilakukan kesetaraan data (Sarwono hardjowigeno. 2003) . Hasilnya disajikan pada tabel 2. Setelah dilakukan pembuatan grid dengan ukuran 250m x 250m dengan surver versi 8 di dapat titrk grid 15959 buah maka dibuat sistim informasi distribusi tipe tanah dan skor RLKT tipe tanah di DAS Sumani. Produknya tersaji pada gambar 4 dan sinstim informasi perspektif pada gambar 5. Gambar 4 dan 5. mengungkapkan bahwa pada umumnya Tanah di Das Sumani peka terhadap Erosi dengan skor 60 (Arsyad, S., 1989).

Kemiringan Kelerengan.
Distribusi Peta Kelerengan untuk seluruh DAS Sumani dibuat dari peta kontur skala 1: 50 000 dengan metode mal, setelah dihitung dengan formula afu maka lereng dikelompokan dalam 31 klas lereng dan untuk kelerengan RLKT dikelompokan lagi jadi 5 klas kelerengan (Tabel 3). Setelah dilakukan grid 250mx250m menggunakan metode kringing didapat titik grid 15959 buah yang digunakan untuk membuat sistem informasi kelerengan DAS Sumani. Hasil di sajikan dalam gambar 6 dan gambar 7 serta sistin informasi perspektif pada Gambar 8 .Gambar 6 dan gambar 7 dan gambar 8 maka diungkapkan bahwa DAS Sumani didominasi oleh fisiogarfi berombak, bergelombang dan berbukit dan bergunung artinya harus memperhatikan manajemen DAS dalam pengembangan kedepan.

Peruntukan lahan pola RLKT di DAS Sumani
Setelah penjumlahan skor tipe tanah, skor kelerengan dan skor iklim maka hasil penjumlahan skor dari tiga data diatas melalui metoda kringing dengan titik grid 15690 buah dan data di input dalam program surver versi 8 untuk dirubah jadi data digital maka baru terbentuk peta sistim informasi RLKT DAS Sumani. Dengan ketentuan skore pada table 4. Produknya dapat dilihat pada gambar 9 dan gambar 10 sedangkan informasi nama tanaman agroforestry (Tabel 5) nama tanaman untuk tegalan (Tabel 6)., untuk sawah (table 7), untuk semak belukat (Tabel 8), untuk hutan (Tabel 9) dan nama tanaman inimerupakan kondisi nyata yang ada di lapangan DAS sumani di dapat dari hasil survey lapangan dan bisa digunakan untuk rujukan dalam pedoman manajemen lahan.Dari Gambar 9 dan Gambart 10. mengungkapkan bahwa dalam warna magenta skor 124 baik untuk sawah irigasi teknis dan non teknis, warna electric blue skor 125 – 174 baik untuk agroforestry serta warna coklat Skor > 175 baik untuk hutan lindung. secara umum DAS Sumani bisa diperuntukan untuk padi sawah dan Tanaman Agroforstry. Tanaman agroforestry adalah Tanaman pertanian umur tahunan yang menyurupai hutan karena memiliki kanopi dan sarasah yang banyak yang baik untuk mengontrol erosi dan run off (Young , 1991)
Rancangan sistim informasi lahan DAS Sumani berdasarkan peta 3 Dimensi.

Model pertanian berkelanjutan adalah satu dari isu yang paling penting didunia saat ini karena pertanian itu telah berubah dramatis sejak akhir perang dunia II. Data menteri pertanian menunjukan bahwa tahun 1981 sampai 1985 dan dari 1998 sampai 1999 konversi sawah ke non sawah atau non pertanian diperkirakan 246.000 ha. Berubah menjadi perumahan 30%, Industri 7%,Lahan kering 20%, perkebunan 25%, kolam ikan 3%,dan lain nya 15%.
Masalah ini bila terus berlanjut membahayakan pertanahan nasional dan keselamatan warga Negara karena dengan perut lapar anak bangsa Indonesia tidak akan mampu berkembang.
Permasalahanya kondisi pernian yang kritis ini hanya dipahami di akademisi dan peneliti sedangkan birokrat yang menjadi kunci pembuat kebijakan kearah perubahan pertanian itu tidak memahami sama sekali kondisi ini karena laporan ilmiah itu masih belum mampu mengugah birokrat. Oleh karena itu, dibuat peta 3D agar kondisi pertanian yang kritis itu dapat terlihat jelas seperti dunia nyata mendekatri kondisi lapangan. Produknya disajikan pada gambar 9, gambar 10, gambar 11.
Gambar 3Dimensi RLKT ini dalam bentuk sistem informasi bisa diputar 360 derjat sesuai dengan daerah mana yang diinginkan. Untuk DAS Sumani Solok bisa diketahui nomor daerah mana yang harus diketahui. untuk nama daerahnya bisa dilihat tabel dibawah ini

Sistem Informasi Manajemen lahan berdasarkan perbandingan Kondisi Lahan Citra satelit 2002 dan model Lahan RLKT.


Untuk mengetahui tata guna lahan DAS Sumani ini dari segi tata guna lahan digunakan perbandingan kondisi lahan dari foto langsat 7 juni 2002 dan lahan model LRKT+ surver ver. 8 sebagai control untuk mengetahui kondisi mismanajemen tata guna lahan, sehingga dapat diketahui dengan pasti daerah yang harus dilakukan konservasi dan rehabilitasi. Hasil peta sistim informasi tata guna lahan hasil pengolahan peta langsat 7 juni 2002 pada gambar 12 dan 13 dan sistem informasi lahan RLKT pada gambar 9 dan 10.
Pada gambar 9, gambar 10, gambar 12 dan gambar 13 menggungkapkan bahwa Tataguna lahan RLKT dibandingkan dengan kondisi yang ada sekarang telah terhadi mismanajemen lahan dimana
Lahan untuk agroforstry di RLKT telah berubah banyak menjadi lahan pemukiman penduduk pada landsat 2002.
Lahan untuk agroforestry di RLKT telah berubah menjadi semak belukar dan ilalang dan padang rumput pada landsat 2002.
Lahan untuk sawah di RLKT telah berobah jadi lahan pertanian kering pada landsat 2002 sedangkan sekarang Indonesia tidak berswasembada beras lagi atau mengimport beras.
Kondisi baiknya dari Tata guna lahan DAS sumani sekarang.
Lahan yang dapat dijadikan Agroforestruy menurut RLKT ternyata sekarang masih menjadi hutan alami dan baik sekali untuk control erosi dan konsenvasi DAS sumani
Perubahan tata guna lahan sekarang dibandingkan Tata guna lahan model RLKT terjadi karena telah bertambah populasi dan sebab daerah DAS Sumani subur ditambah meningkatnya harga produk pertanian maka masyarakat berlomba membuka hutan untuk menambah luas lahan pertanian dan dan mengganti sawah jadi pertanian kering demi meningkatkan penghasilan.
Jalan keluarnya adalah melatih masyarakat petani dan menginformasikan ke pemda dan kodya solok tentang manajemen DAS yang optimal di kawasan DAS Sumani dengan pertanian konservasi untuk mencegah degradasi DAS Sumani dalam segala sektor.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
a. Basis data RLKT diproses dengan program surver versi 8 efektif untuk merancang tata guna lahan DAS Sumani untuk menempatkan dengan benar lokasi hutan, kebun campuran dan sawah namun basis data RLKT tidak efektif mendeteksi l.okasi lahan marginal seperti ilalang dan pemukiman.
b. Sistim informasi 3 dimensi / perspektif lahan RLKT efektif untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari DAS Sumani.
c. Sistim informasi peruntukan lahan model RLKT dapat mengetahui lokasi mismanajemen dari tata guna lahan sekarang di DAS Sumani dimana ilalang dan semak belukar seharusnya tidak boleh ada dan harus diganti dengan agroforestry.
Saran
Model sistim informasi RLKT ini perlu disosialisasikan pada Pemda dan Kodya solok dan petani di kawasan DAS Sumani.
Dilakukan penelitian lanjutan untuk membuat daftar nagari yang mismanajemen dalam penggunan tata guna lahan.
Perlu dilakukan survey lapangan detail tentang social ekonomi masyarakat dan lingkungan di lokasi prediksi mismanajemen tata guna lahan untuk membuktikan kebenaran prediksi model RLKT + Surver versi 8.

DAFTAR PUSTAKA
Asdak, C. 2002. Hidrologi dan pengelolaan Daerah aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. UGM. Yogyakarta. 618 hal.
Arsyad, S., 1989. Konservasi Tanah dan Air. Penerbit IPB (IPB Press) Bogor.
BPS Propinsi Sumatera Barat, 2002, Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Sumatera Barat, Hasil Susenas 2002.
BMG Sicincin. 2007. Badan Meteorologi dan Geofisika- Stasiun Klimatologi Kelas II Sicincin. Padang
BPS Kabupaten Solok, 2001, Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Solok.
Budiyanto, E. 2004. Sistim Informasi Geografis menggunakan Map Info. Andi Offset. Yogyakarta. 221 hal.
Burrough, P.A. 1989. Principles of Geographical Information system for Land resources Assesment. Clarendom Press. Oxford.204 p
Prahasta, E. 2001. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Penerbit Informatika. Bandung. 314 hal.
Saidi, A. 1995, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aliran Permukaan dan Sedimentasi Serta Dampaknya Terhadap Degradasi Lahan di Sub DAS Sumani,
Surfer Version 8.00. 2002. Surface Mapping System copyright 1993 – 2002 Golden Software .Inc. Golden Software, Inc. 809 14 th street golden, Colorado 80401-1866. www. GoldenSoftware.com
U.S. Soil Concervation Service(department of agriculture). 1977. Procedure for computing sheet and riil erosion project area. Technical release. No.45. 17 hal.
Indonesian Ministry of agricukture 2001: The rice production in Indonesia. (Produksi padi di Indonesia). Indonesia Ministry of Agriculture, Jakarta ( In indonesia).
Sarwono hardjowigeno. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo, Jakarta.208 – 209
PSDA. 207. Tata guna lahan DAS hasil pengolahan Landsat 7 Juni 2002. Padang.
Young. 1991. Agroforstry for soil concervation.CAB Interbational.Wallingford. UK.